Pendampingan Gerdu-Taskin

SUSAHNYA MENOLONG SI MISKIN

Apa susahnya membantu orang miskin? Toh tinggal diberi apa keperluannya, selesai. Tetapi, ternyata setelah dibantu, tetap saja mereka miskin. Kemudian mereka berharap lagi datangnya bantuan. Jangan-jangan si miskin itu sendiri malah menjadikan kemiskinan sebagai profesi. Sebab, bukankah selalu saja kemiskinan dijadikan komoditi yang menarik untuk dijual, oleh siapapun yang katanya peduli dan respek terhadap masalah kemiskinan?

 

Kini, masyarakat miskin sudah hampir tergantung pada bantuan. Menolong si miskin menjadi tidak lagi sederhana. Yang utama adalah bagaimana membangunkan kesadaran bahwa merekalah yang dapat mengubah keadaan diri mereka sendiri. Hal ini berarti, perubahan nasib mereka tidak datang secara otomatis dari langit, tanpa ada keinginan yang kuat dari mereka untuk berubah dari keadaannya sekarang. Dan ini membutuhkan waktu. Ada proses belajar untuk memberikan kesadaran pada mereka, dan perlu strategi agar hasilnya efektif.

 

Program Gerakan Terpadu Pengentasan Kemiskinan (Gerdu-Taskin) mencoba memetakan rumah tangga miskin ke dalam dua kelompok, yaitu rumah tangga miskin rentan (RTMR) dan rumah tangga miskin berpotensi (RTMB). Pada kelompok RTMR cukup diberikan santunan sesuai dengan kebutuhannya, sedangkan kelompok RTMB perlu didorong agar mereka dapat mengelola atau mengembangkan usaha ekonomi produktif. Sudah barang tentu, pada tataran implementasi, hal ini terasa tidak mudah. Pengalaman selama ini, upaya-upaya semacam ini menunjukkan hasil yang tidak memuaskan.

 

Tapi, bukan berarti hal itu tidak mungkin. Kita yakin, hal itu BISA DILAKUKAN! Tengok saja kisahnya Pak Kabul penjual es krim, di desa Tempuran kecamatan Ngluyu kabupaten Nganjuk. Dengan adanya UPK di desanya, kini dia bisa membeli sepeda motor yang dipakai untuk menjual es krim buatannya sendiri. ”Ada sepeda motor, jualan jadi terasa nyaman. Tidak capek”, katanya sumringah. Dia bertekad ingin mengembangkan usaha, terutama untuk istrinya agar kehidupannya berubah.

 

Kisah Pak Kabul bukan satu-satunya cerita sukses RTM dari stimulasi Program Gerdu-Taskin. Lihat saja pada desa-desa sasaran Gerdu-Taskin, yang UPKnya berkembang. Pasti kita akan menjumpai pak Kabul-pak Kabul yang lain. Setidaknya, jika UPK kinerjanya bagus, modalnya berkembang, berarti ada yang menjamin kebutuhan RTM.

 

Memang tidak semua RTM memiliki mental seperti pak Kabul. Bahkan pada umumnya RTM tidak memiliki enterpreneurship. Dana stimulan Gerdu-Taskin dinilainya sebagai bantuan hibah yang seharusnya diberikan secara cuma-cuma kepada RTM. Sehingga tidak ada sedikitpun greget untuk memulai atau mengembangkan usahanya.

 

Oleh sebab itu, menolong si miskin bukan sekedar memberi bantuan selesai. Membantu si miskin membutuhkan strategi yang memungkinkan semua pelaku mengerti dan menyadari bahwa mereka harus mengelola usaha yang dapat menambah penghasilannya. Mereka harus dapat menolong dirinya sendiri. Di sinilah susahnya. Upaya itu justru direcoki oleh mereka yang tidak mau bekerja keras.

 

Tapi Gerdu-Taskin sudah memulai upaya itu. Kini tinggal bagaimana agar UPK dapat bertahan dan berkembang, sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di desa? UPK masih sangat rentan, baik dari sisi kelembagaan maupun manajemennya. Peran Pemerintah, baik Propinsi maupun Kabupaten/Kota masih sangat dibutuhkan untuk menguatkan UPK. Eman-eman sekali, bila UPK yang kini telah menujukkan kinerja yang baik dan telah membuktikan dapat mendorong RTM mengembangkan usahanya harus bubar karena ‘hanya’ dibiarkan saja. Mudah-mudahan, para pemimpin kita tersentuh untuk memperhatikan desa-desa sasaran Program Gerdu-Taskin tahun sebelumnya. Mereka masih membutuhkan pembinaan, di samping lain yang memang belum terkena program, yang memang harus dijadikan sasaran utamanya. Membantu si miskin, rasanya tidak cukup hanya setahun. (emye)

11 September 2007 - Posted by | TAJUK

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: