Pendampingan Gerdu-Taskin

Kredit Usaha Rakyat (KUR) Linkage

Jakarta, 25 Maret 2008

Nomor : B.139-DIR/ADK/03/2008

Lampiran : 1 (satu) set

Perihal : Kredit Usaha Rakyat

dengan pola Linkage Program.

SE Direksi BRI nose : S.4-DIR/ADK/01/2008 tgl.21/01/2008 tentang

Kredit Usaha Rakyat

Dalam rangka pengembangan pelayanan usaha berskala mikro, sekaligus

mengantisipasi persaingan serta untuk mendukung program pemerintah, Direksi

memandang perlu untuk mengatur pelayanan kredit berskala mikro dengan pola

penjaminan yang dapat dilayani di BRI Cabang melalui linkage program.

Selanjutnya, agar tidak menimbulkan kerancuan di dalam pelaksanaannya,

Kredit Usaha Rakyat melalui linkage program disebut Kredit Usaha Rakyat Linkage

Program.

PENGERTIAN

  • Kredit Usaha Rakyat (KUR) Linkage Program adalah kredit modal kerja dengan plafon kredit secara total eksposure sampai dengan Rp.500.000.000,- (lima ratus juta rupiah) yang diberikan kepada Koperasi Simpan Pinjam (KSP), Badan Kredit Desa (BKD), Baitul Mal Wa Tanwil (BMT), atau Lembaga Keuangan Mikro (LKM) lainnya dengan pola penjaminan melalui Linkage Program.

  • Linkage Program adalah kerjasama dalam pemberian pinjaman oleh Bank kepada KSP & LKM untuk disalurkan kembali kepada Usaha Mikro dan Usaha Kecil

  • Lembaga Keuangan Mikro (LKM) adalah badan usaha keuangan yang menyediakan layanan jasa keuangan mikro, yang tidak berbentuk Bank dan tidak berbentuk Koperasi, serta bukan Pegadaian, namun termasuk Badan Kredit Desa (BKD) dan Lembaga Dana Kredit Pedesaan (LDKP) yang tidak memenuhi persyaratan sebagai Bank.

  • Koperasi Simpan Pinjam adalah koperasi yang usahanya simpan pinjam.

Pengertian lain yang ada di dalam Surat ini mengacu kepada Bab I Syrat Edaran Direksi No.S.4-DIR/ADK/01/2008 tanggal 21 Januari 2008 tentang KUR.

POLA KREDIT

  • Pelayanan KUR Linkage Program dilaksanakan di BRI Cabang/Capem.
  • Besarnya maksimal prosentase penjaminan atas kredit yang disalurkan oleh BRI yang dapat dijamin oleh Penjamin yaitu sebesar 70% dari Plafond Kredit.
  • Bagian yang menjadi risiko BRI adalah sebesar 30% dari plafond kredit atau yang tidak diganti oleh Penjamin.
  • Sumber dana KUR Linkage Program sepenuhnya berasal dari dana BRI.

OBYEK PENJAMINAN

  • Obyek penjaminan kredit adalah KUR Linkage Program dengan plafond s/d maksimal Rp.500 juta yang diberikan kepada Koperasi Simpan Pinjam (KSP), Badan Kredit Desa (BKD), Baitul Mal Wa Tanwil (BMT), atau Lembaga Keuangan Mikro (LKM) lainnya.
  • KUR Linkage Program sebagaimana tersebut butir 1 di atas adalah KUR melalui linkage program yang direalisasikan setelah ketentuan ini disahkan.
  • Putusan pemberian KUR Linkage Program sepenuhnya menjadi wewenang PKL BRI Cabang sesuai ketentuan yang berlaku.

KETENTUAN UMUM

1. Persyaratan Calon Debitur/terjamin

a) Lembaga Keuangan Mikro

I. Telah memiliki ijin usaha dari Instansi yang berwenang.

II. Telah melakukan kegiatan usaha simpan pinjam secara aktif minimal 6 (enam) bulan

III. Memiliki pengurus aktif

IV. Memiliki AD/ART

V. Mempunyai usaha yang layak untuk dibiayai.

VI. Tidak memiliki tunggakan kredit baik di BRI maupun di bank/lembaga keuangan lainnya.

b) Koperasi Simpan Pinjam

I Telah memiliki ijin pendirian kegiatan usaha simpan pinjam dari instansi yang

berwenang.

II. Telah melakukan kegiatan usaha simpan pinjam secara aktif minimal 6 bulan

III. Memilik pengurus aktif

IV. Mempunyai usaha yang layak untuk dibiayai.

V. Tidak memiliki tunggakan kredit baik di BRI maupun di bank lainnya.

2. Jenis Kredit dan Jangka Waktu.

KUR Linkage Program ini diberikan untuk keperluan modal kerja dengan jangka waktu maksimal 3 (tiga) tahun.

3. Besar Kredit

Besar kredit yang dapat diberikan sampai dengan maksimal Rp.500 juta (total eksposur) dengan ketentuan, kredit kepada LKM/KSP harus disalurkan kepada nasabah mikro dengan plafond kredit tiap nasabah LKM/KSP maksimal sebesar Rp.5 juta.

4. Suku Bunga

Suku bunga yang dikenakan atas kredit ini adalah 14 % efektif per tahun.

Apabila terdapat perubahan suku bunga akan disampaikan dengan surat tersendiri.

5. Bentuk kredit adalah R/C maksimum CO menurun.

6. Denda / Penalty sebesar 50% dari besarnya suku bunga yang berlaku atas tunggakan

pokok dan atau bunga.

7. Biaya Administrasi dan Provisi Kredit tidak dipungut.

8. KSP/LKM wajib menyampaikan laporan realisasi pinjaman atas kredit yang telah di-

tarik dari BRI, paling lambat 5(lima) hari kerja sejak tanggal penarikan tersebut.

Laporan tersebut minimal berisi informasi nama debitur dan jumlah kredit.

KEBIJAKAN PROSEDUR KREDIT

1. Legalitas Calon Debitur.

Ijin usaha dari Instansi terkait atau Surat keterangan Usaha dari Lurah/Kades.

2. Agunan.

a) Agunan Pokok

Agunan pokok adalah proyek/usaha yang dibiayai.

b) Agunan Tambahan

Agunan tambahan tidak diperlukan.Apabila debitur dapat menyediakan agunan

Tambahan maka nilainya tidak harus mengcover pinjamannya.

3. Penutup

Ketentuan ini mulai berlaku sejak tanggal dikeluarkan dan ketentuan lainnya tetap

Berpedoman pada Surat Edaran Direksi BRI Nose: S.4-DIR/ADK/01/2008 tanggal 21

Januari 2008 tentang Kredit Usaha Rakyat.

19 August 2008 - Posted by | UTAMA | , , , , , , ,

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: